Pura Gunung Lebah,
adalah Pura Kahyangan Jagat; pura penyungsungan adat di desa pakraman
Ubud, Bali. Dalam Lontar Markandeya Purana, Pura Gunung Lebah didirikan
oleh Rsi Markandya, seorang pendeta suci pada abad ke-8. Dalam perjalanannya
Rsi Markandeya juga mendirikan Pura Besakih dan membuka perkampungan Taro
sebagai tempat kedatangan para migran dari Jawa. Pura
Gunung Lebah terletak di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali. Secara geografis, pura
ini berada di lembah pertemuan dua sungai, yaitu Sungai Campuhan dan Sungai Oos.
Secara akurat koordinat geografis Pura Gunung Lebah terletak pada : Lintang:
-8.5067° dan Bujur: 115.2591°
Lokasinya berada di kawasan Campuhan yang terkenal
dengan pemandangan alam yang indah. Pura ini dikelilingi oleh hutan lebat,
menciptakan suasana yang tenang dan sakral. Keyakinannya akan kekuatan magis di
kawasan tersebut menjadi dasar pendirian Pura Gunung Lebah. Di Pura Gunung
Lebah, Dewi Danu di Gunung Batur dipuja sebagai manifestasi Tuhan. Menurut
beberapa prasasti, Gunung Batur sendiri berasal dari salah satu puncak Pura
Gunung Semeru² di Jawa Timur. Nama Pura Gunung
Lebah sendiri berasal dari kata "Gunung" yang berarti bukit
dan "Lebah" yang berarti lembah. Artinya, pura ini
terletak di bukit kecil yang berada di lembah sungai Campuhan. Rsi Markandya
menggunakan lokasi ini sebagai tempat meditasi untuk mencapai kesatuan
spiritual kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.
